Memilih nama brand adalah pekerjaan yang begitu menantang, karena membutuhkan proses, riset dan pemikiran yang dalam. Jika Anda mengalokasikan budget untuk hal ini, Anda dapat meminta bantuan beauty brand consultant seperti saya. Anda juga bisa mencari dan membelinya di brand name generator seperti brandbucket dan brandroot.  Namun jika saat ini Anda ingin melakukannya sendiri, saya bagikan tips nya untuk Anda. Jadi ngga ada alasan lagi untuk berlama-lama mencari nama brand.

Anda ingat saat mencari nama untuk anak-anak Anda. Banyak hal yang jadi pertimbangan, kan? Misalnya dari artinya, harapan Anda di masa depan, hikmah dari pengalaman hidup Anda. Kemudian ‘image’ atau kesan yang diinginkan, apakah agamis, modern, tradisional, ceria, imut, ‘metal’.  Seperti itulah proses memilih nama brand. Bedanya adalah Anda memilih nama dengan memperhatikan karakter target konsumen Anda, bukan hanya karena Anda suka sesuai selera.

Nama brand yang bagus akan membuat konsumen ada ‘feeling’, memiliki persepsi tertentu terhadap brand Anda pada ketika diucapkan dan dilihat. Nama brand yang bagus bukanlah yang terdengar keren ketika diucapkan, namun  yang dapat dimengerti oleh konsumen.  Maka Anda harus memposisikan diri Anda di sisi konsumen karena konsumenlah yang membuat bisnis Anda akan terus berjalan.

Berikut ini lima langkah memilih nama brand yang bagus untuk produk Anda;

1. Core Identity

Saat mulai membangun brand, ada tiga hal yang merupakan pondasi sebagai panduan segala aktivitas perusahaan. Tiga hal itu adalah

  1. Visi, yaitu mengapa produk atau perusahaan Anda ada
  2. Misi, yaitu apa yang perusahaan Anda lakukan untuk mencapai visi tersebut
  3. Value, yaitu nilai-nilai dipegang teguh sebagai arah mencapai tujuan

Jika Anda masih belum menentukan visi, misi, serta value dari produk Anda, saya menyarankan untuk menyusunnya terlebih dahulu Mengapa penting? Karena Anda harus bisa menjawab ‘Who are you, what do you do and how do you do it? Ingat pada saat Anda jalan-jalan di mall, lalu didatangi SPG yang menawarkan produk baru. Anda pasti akan bertanya ini produk apa, untuk apa, dan bagaimana caranya?

Setelah itu, mari kita membuat nama brand. Di bawah ini saya berikan beberapa contoh brand kosmetik dan non kosmetik. Ada 6 tipe nama brand, yaitu

  1. Nama founder. Tipe ini merupakan nama brand yang diambil dari nama pendirinya. Contohnya: NARS ( Francois Nars), Sari Ayu Martha Tilaar, dan Bobbi Brown
  2. Deskriptif, yaitu nama brand yang mendeskripsikan produk. Contohnya: Facebook, Mineral Botanica, Sensatia Botanicals
  3. Karangan, yaitu nama brand dari sebuah kata dengan mengganti huruf, menambahkan atau kombinasi. Nama brand tipe ini lebih mudah didaftarkan hak ciptanya karena sulit ditemukan yang nama yang sama. Contoh Kodak, Xerox, Klavish.
  4. Metafora atau kiasan. Kiasan ini bisa datang dari berbagai nama burung, bunga, ekspresi, dewa dewi yang mencerminkan kecantikan dan keindahan. Contohnya Dove, Sephora, La Tulip, Wardah, NYX, Purbasari, Rollover Reaction, Make Over, Nike.
    1. Akronim, yaitu nama brand dari suatu singkatan. Contohnya: MAC (Make up Art Cosmetics), Ristra (singkatan dari nama foundernya, Retno Iswari – Suharto Tranggono), SASC (Socially Aware Sexy Cosmetic), Nuxe (Natural & Luxury), OPI (Odontorium Product Inc), SK II (Sekret Key), PAC ( Professional Artist Cosmetics)
    2. Kata asli, misalnya Uber, Sharp

    Dalam memilih nama brand juga perlu mempertimbangkan apa yang Anda ingin konsumen rasakan ketika mendengar nama tersebut. Hal ini berkaitan dengan brand profile dan persona konsumen Anda.

    2. Mulai memilih nama

    Setelah Anda memilih tipe nama yang Anda inginkan di atas, selanjutnya buat beberapa alternatif dan apa makna yang ingin Anda sampaikan. Fiuhhh… di tahap ini saat tidurpun otak masih mikir, ya kan?  Selalu siapkan kertas atau note di hp Anda karena sewaktu-waktu akan tercetus ide. Buat list sebanyak-banyaknya, lalu sortir hingga menjadi sepuluh hingga dua puluh nama, lalu check ketersediaan nama di langkah ke-3. Selanjutnya pilih tiga nama untuk brainstorm sekali lagi dan putuskan satu nama.

    3. Check ketersediaan domain dan merk

    Selain untuk mengetahui apakah sudah ada yang punya, Anda nantinya akan memerlukan website.  Maka check ketersediaan domain-nya.  Kemudian di sisi merk dan hak cipta, check nama tersebut di link Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) ini. Telusuri juga apakah ada akun media sosial dengan nama ini. Pastikan juga bahwa nama brand Anda tidak bermakna negatif di budaya kota lain, bahasa lain, dan negara lain (jika cita-cita Anda go international).

    4. Test

    Uji penyebutan nama tersebut ke teman atau keluarga Anda. Apakah pengucapannya mudah, mudah ditangkap dan bagaimana reaksinya. Lebih jauh, Anda juga bisa test penyebutan nama brand Anda melalui telpon untuk memastikan nama brand Anda mudah ditangkap.

    5. Buat logo dan mendaftarkannya ke Ditjen HKI

    Bagian terakhir ini yang paling menyenangkan. Setelah Anda memilih nama, langkah selanjutnya adalah mendesain logo dan mendaftarkannya ke Ditjen HKI sebagai perlindungan terhadap merk dagang Anda. Tips, pilihlah designer yang berpengalaman di industri kosmetik dan estetik, karena Anda membutuhkan orang yang memiliki ‘taste’ di produk kecantikan. Mereka akan lebih mudah memahami arahan Anda sehingga waktu lebih efisien.

    Bonus Tips:

    • Anda bisa menggunakan tools seperti Onym untuk mendapatkan berbagai pilihan kata, thesaurus, word generators
    • Dot-o mator. Tool praktis yang biasa saya gunakan untuk mengetahui apakah domain available atau tidak. Anda juga bisa check langsung di domain provider seperti niaga hoster ini.
    • Masih pusing? Googling dengan kata kunci ‘brand names ideas for cosmetics’ untuk inspirasi.

    Stuck? Call me. Let’s work together !


    Leave a Reply

    error: Content is protected !!