Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai warna kulit. Ada yang beranggapan bahwa kulit putih terlihat lebih menarik dibandingkan kulit gelap, begitu juga sebaliknya. Walaupun banyak sekali berpendapat bahwa kulit sehat-lah yang terbaik dari sekedar warna kulit, namun perkembangan produk pemutih masih berkembang pesat. Yang artinya keinginan masyarakat untuk putih sangatlah besar. Sehingga tidak heran, Indonesia adalah salah satu target negara yang sangat potensial untuk produk ini, dengan janji seputih wanita Jepang atau seperti kulit orang Korea yang putih bersih. Dengan produk baik dari dalam negeri maupun import. 

 

Produk pemutih sangat bervariatif dalam bentuk pil ataupun topical (oles) seperti krim, lotion dan serum. Produk dengan kandungan-kandungan seperti tretinoin, hydroquinone, kojic acid, arbutin, azeleic acid, vitamin C, alphahydroxy acids (glycolic acid, lactic acid, mandelic acid, malic acid), salicylic acid, dan niacinamide beredar luas di pasaran. Untuk Anda yang sudah mencoba produk, bagaimana hasil yang didapatkan? Apakah kulit Anda benar-benar putih seperti yang diharapkan?

 

Selain itu, produk injeksi seperti anti oksidan juga biasa digunakan di klinik kecantikan seperti suntik Vitamin C dan yang sedang popular saat ini adalah  glutathione. Tersedia di pasaran dalam bentuk injeksi dan tablet. Glutathione merupakan anti oksidan kuat yang  ada di dalam tubuh untuk melawan radikal bebas yang tidak baik untuk tubuh.  Glutathione memiliki manfaat mencerahkan kulit dengan cara menghambat pembentukan melanin.

 

Memutihkan atau mencerahkan? Seputih apa?

Warna kulit ditentukan oleh zat yang bernama melanin yang diproduksi oleh sel bernama melanocytes. Melanin adalah pigmen pemberi warna pada kulit, rambut dan mata, yang sifatnya genetik. Orang yang terlahir dari orang tua berkulit putih akan memiliki kulit seperti orang tuanya, sedangkan orang yang terlahir dari orang tua berkulit gelap juga akan memiliki kulit gelap seperti orang tua nya. Kulit putih seperti ras kaukasia seperti ‘bule’, melanin-nya lebih sedikit dibandingkan dengan ras Asia dan Afrika.

 

Melanin juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti sinar matahari. Paparan sinar matahari  dapat memicu sel kulit untuk memproduksi melanin. Sinar UV A matahari dapat menyebabkan terjadinya pigmentasi pada lapisan kulit. Semakin sering terpapar, melanin semakin banyak. Selain menyebabkan pigmentasi, sinar UV B pada matahari juga dapat merusak DNA kulit dan berimbas pada penuaan kulit yang lebih cepat. Makanya orang berkulit putih akan tampak lebih cepat tua dibandingkan dengan kita yang sawo matang.

 

Melanin sendiri ada ada dua tipe yaitu eumelanin yang akan membuat kulit menjadi coklat (tan), dan pheomelanin yang akan membuat kulit  merah (burn). Untuk kita yang berkulit sawo matang, ketika terkena sinar matahari kadar eumelanin meningkat, makanya warna kulit kita lebih mudah tanning dibandingkan dengan kulit putih yang lebih mudah merah terbakar. Makanya saya sering tertawa geli jika ada teman yang ngomel sudah berjemur namun tidak kunjung coklat kulitnya. Nah, Kabar baiknya,  warna kulit gelap bermanfaat sebagai proteksi alami terhadap dampak buruk sinar matahari seperti kanker kulit.

 

Sistem klasifikasi tipe warna kulit dikenal dengan Sistem Fitzpatrick. Sistem ini biasa digunakan dokter untuk menentukan prosedur treatment kulit.

Picture: myvmc

Tipe I : Kulit putih, mudah terbakar dan sulit tanning

Tipe II : Kulit putih, namun tidak seputih tipe I, mudah terbakar, kadang bisa tanning

Tipe III: Kulit sedang, kadang terbakar, kadang bisa tanning

Tipe IV: Kulit agak gelap, kadang  terbakar, dan selalu bisa tanning

Tipe V: Kulit gelap, sulit terbakar, mudah tanning

Tipe VI: Sangat gelap, sulit terbakar, mudah tanning

 

Tipe kulit Asia ada di kisaran tipe  III dan IV.

 

Karena warna kulit ini sifatnya genetik, maka sebenarnya sulit untuk menjadi putih seperti di tipe di atasnya. Kita hanya bisa mencapai kulit lebih cerah, secerah warna kulit kita sendiri di bagian yang tidak pernah terpapar sinar matahari, seperti di area pinggang dan dada. Maksimal mencapai warna itu.

 

Sampai di sini, jika dengan menggunakan produk-produk pemutih di atas Anda sudah puas dengan warna kulit yang diinginkan itu bagus, maka Anda tidak perlu lanjut membaca lanjutan tulisan di bawah ini.

 

Untuk benar-benar putih, diperlukan tindakan yang lebih berani.

 

Jika Anda telah menggunakan berbagai macam produk namun belum memuaskan Anda, maka perlu mengambil cara lain yang lebih berani. Tentu saja prosedur ini yang hanya bisa dilakukan oleh dokter yang ahli di bidangnya. Masing-masing individu akan mendapatkan hasil yang berbeda satu sama lain karena kondisi yang berbeda.

 

  1. Mikrodermabrasi
  2. Chemical Peeling
  3. Laser Skin Resurfacing
  4. Plastic Surgery

Urutan di atas berdasarkan dari yang paling ringan.

 

  1. Mikrodermabrasi

 Adalah prosedur estetik untuk memperbaiki tekstur dan mencerahkan kulit. Tidak sakit dan tidak memerlukan anastesi. Ada dua cara yang biasa dilakukan. Yang pertama, dengan menyemprotkan kristal kecil dari handle yang dikaitkan dengan vakum yang akan menyedot kristral tersebut bersamaan dengan kulit mati sehingga kulit menjadi lebih lembut.  Cara kedua, yang terbaru adalah penggunaan diamond yang berfungsi untuk eksfoliasi dan menstimulasi pembentukan kolagen baru. Namun lagi lagi,  cara mikrodermabrasi ini bersifat mencerahkan secerah warna kulit Anda yang tidak terkena sinar matahari.  

  

  1. Chemical Peeling

Chemical Peeling yang biasa digunakan adalah trichloroacetic acid (TCA), alphahydroxy acids (AHAs), dan retinoic acid. Chemical peeling dapat dilakukan di wajah, leher dan tangan. Melakukan chemical peeling tidak sakit, tapi terasa ‘clekit-clekit’, setelah itu tampak memerah dan mengelupas. 

 

Diskusikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan masukan terbaik, dan penjelasan prosedur pre-dan post therapy nya agar Anda mendapatkan hasil yang diharapkan.

 

Perlu diketahui bahwa setelah chemical peeling, kulit akan lebih sensitif terhadap sinar matahari. Sehingga harus lebih disiplin menggunakan sunscreen  ber- broad spectrum luas yang mampu melindungi sinar UV A dan UV B dengan SPF minimal 30. Selain itu, perlu menggunakan pelindung jika keluar rumah misal dengan topi atau payung, serta menghindari waktu puncak paparan mulai jam 10 hingga 2 siang.

 

  1. Laser Skin Resurfacing

 

Disebut juga dengan laser skin lightening. Laser menggunakan sinar dengan panjang gelombang tertentu yang menghasilkan panas pada area kulit yang menjadi target.  Prinsip dari prosedur ini adalah mengikis lapisan kulit terluar dan merangsang reproduksi sel kulit baru.

 

Prosedur dengan laser ini akan terasa sakit, namun jangan kuatir, dokter akan memberikan anastesi lokal dan cooling cream untuk memberikan rasa nyaman. Efek samping nya adalah kemerahan dan lebih sensitive pada sinar matahari.  

Recovery time tergantung jenis laser yang digunakan.

Pict: lighterskin.org

 

JIka Anda merasa tiga prosedur ini kurang memuaskan Anda, pertimbangan terakhirnya adalah  bedah plastik.

 

  1. Bedah Plastik

 

Berita yang cukup kontroversial adalah Mshoza,  seorang wanita dari Afrika Selatan. Wanita bernama asli Nomasonto Maswanganyi ini menjalani prosedur bedah plastik untuk mendapatkan kulit putih pada tahun 2011.   Namun demikian, dia keberatan jika disebut memiliki ambisi untuk tampak putih seperti Michael Jackson.

 

Pict: biyoukulele

 

Jika ini adalah keputusan yang diambil, maka pilih klinik terpercaya  dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut

 

  1. Memperhatikan profil dokter dengan memilih dokter spesialis bedah plastik. Masing-masing individu memiliki kondisi kulit yang berbeda yang memungkinkan penanganan yang berbeda. Dokter yang memiliki pengalaman panjang di bidang ini, akan memberikan hasil yang diharapkan.
  2. Sebelum melakukan tindakan, ada baiknya mendiskusikan treatment plan nya bagaimana, berapa kali, berapa lama pemulihan setelah tindakan. Dari sekian tahapan itu berapa biayanya.
  3. Pilih dokter yang menurut Anda nyaman, karena Anda akan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan dokter dalam beberapa waktu.

 

Jangan lupa untuk bersikap terbuka saat berkonsultasi dengan dokter, untuk mendapatkan hasil terbaik dan meminimalisir resiko efek samping yang akan di dapat. Apakah ada alergi, apakah sedang dalam pengobatan tertentu dan lain-lain.

 

Dari berbagai cara mencerahkan ataupun memutihkan kulit ini, tentu yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter agar dapat merekomendasikan mana yang efektif dan sesuai dengan kondisi kulit dan memenuhi ekpektasi Anda. Apakah cukup dengan krim, lotion, serum,  ataukah dengan injeksi anti oksidan? Apakah anda pasien yang memenuhi kriteria untuk melakukan prosedur estetik di atas? Diskusikan dengan dokter spesialis kulit atau spesialis bedah plastik Anda. 

Categories: Skin Tech

Leave a Reply

error: Content is protected !!