Kulit kering bisa terjadi di segala usia. Usia semakin bertambah, kulit semakin kering disertai dengan mulai muncul kerut di wajah.  Kulitpun tampak kasar, kusam, hingga terasa gatal dan mudah terjadi iritasi jika kontak dengan sesuatu. Kondisi kulit ini akan membuat penampilan kita jauh lebih tua. 

 

Kulit kering terjadi akibat kulit mengalami dehidrasi yang disebabkan oleh  Skin Barrier atau fungsi pelindung kulit di bagian stratum corneum mulai terganggu. Hal ini menyebabkan kulit kehilangan kemampuan menahan air sehingga air mudah lepas (transepidermal water loss).

 

Di dalam lapisan kulit terdapat sejenis protein yang bernama kolagen, yang bertanggung jawab terhadap kekenyalan kulit. Seiring  bertambahnya usia, produksi kolagen ini juga berkurang, sebab kemampuan regenerasi sel menurun. Selain itu, paparan sinar matahari juga dapat menembus lapisan kulit di bagian ini dan merusak kolagen. 

 

Bagaimana cara tepat mengatasi kulit kering? Bagaimana memilih pelembab yang tepat? 

 

  1. Sabun

Sabun biasanya mengandung surfaktan. Surfaktan memiliki sifat mengikat air dan minyak. Maka ketika dikombinasikan dengan air saat mandi, surfaktan ini akan menarik minyak alami dari kulit. Surfaktan yang digunakan contohnya adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

 Memang kebanyakan orang suka dengan efek keset dari setelah pemakaian sabun  namun minyak alami kulit turut di ‘sapu bersih’ oleh sabun jenis tersebut sehingga dapat memperparah kulit kering.

Maka dianjurkan menggunakan sejenis sabun yang lembut yang mampu menjaga kelembaban kulit. Sabun jenis ini biasa disebut ‘non-soap’ cleansers, artinya sabun atau pembersih yang tidak mengandung SLS. 

 

Picture: National Eczema Association 

 

Menggunakan non-soap cleanser ini bagi sebagian orang merasa belum bersih, namun sabun jenis ini adalah pilihan terbaik untuk kulit kering.  

Selain itu, sabun yang direkomendasikan untuk kulit kering adalah yang tidak mengandung pewangi karena pewangi ini dapat menyebabkan iritasi kulit.  

 

  1. Hindari mandi terlalu lama

Kebanyakan perempuan suka mandi lama-lama, hayo ngaku! Padahal mandi yang terlalu lama atau berendam di hot tubs dapat membuat kulit makin kering. Selain itu pada saat mandi, pori-pori melebar sehingga kandungan air di dalam kulit akan mudah ter-‘evaporasi’ atau menguap. 

 

  1. Mengeringkan handuk dengan cara menepuk bukan menggosok.

  1. Aplikasikan pelembab segera setelah mandi. Pelembab ini akan mengunci kelembaban kulit efektif saat kondisi kulit masih lembab, jangan ditunda ya.

Kesalahan yang sering dilakukan para wanita adalah menggunakan masker setelah mandi. Kulit lebih mudah mengabsorbsi zat apa saja setelah mandi. Menggunakan masker  setelah mandi dapat memicu iritasi.

 

  1. Kebiasaan Merokok

 

Kebiasaan ini dapat menyebabkan kerut makin nampak dan mengganggu aliran darah ke lapisan kulit sehingga menyebabkan kulit makin kering.

 

  1. Cuaca

Pada cuaca yang dingin, kelembaban udara (humidity) rendah dapat menyebabkan kulit makin kering. Pemanas ruangan tidak mampu membantu melembabkan kulit, maka kita memerlukan pelindung tubuh, pelembab sesering mungkin. Dan jangan lupa untuk  menghindari hal-hal yang dapat memicu alergi.

 

  1. Perbanyak minum air putih

 

Minum air putih itu tidak hanya untuk menghilangkan dahaga, namun juga penting menghidrasi kulit. Ketika haus, maka itu tandanya mulai dehidrasi. Selain itu, minum air juga penting untuk membawa nutrisi dalam tubuh dan membuang racun. Mulai hari bagun pagi dengan segelas air putih, dan membawa botol minum Anda kemanapun pergi.

 

  1. Menggunakan sunscreen untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari. Sinar UV dari sinar matahari dapat makin mempercepat penuaan kulit Anda.

Picture: Consumer Reports  

 

Pemilihan jenis pelembab

Picture: national eczema associtation

 

Pelembab tersedia dalam bentuk yang bermacam – macam.  Moisturising Cream, Lotion, Hydrating Cream, Lotion, Face Cream, Body and Face Moisturizer, banyak banget jenis pelembab.  Bingung  pilih yang mana.

Sebenarnya Hydrating dan Moisturising artinya sama-sama melembabkan.  Lalu, mana yang lebih baik, Krim atau Lotion? Moisturizer terbuat dari formula emulsi minyak dan air serta zat tambahan lainnya.   Lotion komposisi airnya paling lebih banyak dibandingkan Krim, maka Lotion lebih encer. Lotion lebih ringan dan cepat meresap ke dalam kulit dibanding Krim, namun Krim lebih lama mempertahankan kelembaban  kulit dibanding lotion. Lotion lebih cocok untuk normal ke kering, sedangkan krim lebih cocok untuk kulit sangat kering.

Pertanyaannya, kalau kulit sangat kering kan harusnya pakai krim, untuk seluruh badan apakah bisa pakai lotion saja? Karena kalau pakai krim ke seluruh badan kan kurang nyaman, lengket.

Tentu saja boleh, karena fungsinya sama melembabkan. Walaupun efek pelembabannya kurang tahan lama dibandingkan krim, Anda bisa mengoleskannya kembali.  Selain itu, penggunaan lotion untuk seluruh badan lebih ekonomis dibandingkan dengan krim.

Jadi kita tidak perlu terpaku hanya dengan salah satu sediaan saja, apakah krim ataukah lotion.

 

Apakah pelembab badan (Body Moisturizer) boleh digunakan untuk wajah?

Pelembab yang baik untuk badan belum tentu tepat untuk wajah. Ikuti petunjuk yang tertera dalam kemasan produk, apakah untuk wajah atau badan. Jika pelembab untuk wajah, masih aman digunakan untuk badan. Namun perlu diperhatikan  jika sebaliknya, ingin menggunakan pelembab badan untuk wajah. Umumnya bahan aktif yang terdapat di dalam pelembab badan seperti lanolin, mineral oil, waxed dan shea butter dapat menutup pori dan memicu jerawat pada wajah.

 Jadi, pelembab minimal yang harus kita miliki adalah satu untuk wajah dan satu untuk badan.

 Kriteria apa yang harus dimiliki dalam sebuah pelembab?
  1. Mampu memperbaiki fungsi perlindungan kulit
  2. Mengikat air dan mempertahankan kelembaban kulit.
  3. Tidak mengandung pewangi
  4. Non-comedogenic, non-allergenic, non-acnegenic
  5. Perusahaan dermatology yang terkenal reputasinya.
 Jadi bagaimana memilih pelembab yang terbaik untuk kulit kering?  

Pilih yang mahal… ups, hehe becanda !

Kulit saya sendiri sangat kering dan ngga bisa jauh-jauh dari pelembab sedetikpun. Kondisi kulit yang seperti ini tidak bisa dilembabkan dengan pelembab biasa.

Kita memerlukan pelembab yang inovatif, telah dilakukan studi klinis atas efektifitas bahan aktifnya dalam melembabkan kulit.  Studi Klinis adalah Riset yang dilakukan oleh tenaga ahli untuk menguji efektifitas produk terhadap volunteer ber-kulit kering. Hasil dari studi klinis ini akan di dapat suatu data. Data tersebut biasanya akan ditampilkan oleh perusahaan pemilik produk ke dalam materi promosi nya seperti pada insertion/leaflet di dalam kemasan box, brosur, ataupun website.   

Jika bingung, konsultasikan ke dokter spesialis Anda manakah pelembab yang sesuai dengan tingkat kekeringan kulit Anda.  

Perlu diperhatikan juga bahwa efektifitas pelembab  ini bekerja secara optimal jika cara pakainya benar, yaitu

  1. Gunakan segera setelah mandi atau cuci muka (tidak ditunda-tunda).
  2. Gunakan pelembab 2-3 kali sehari

 

Menghindari hal-hal yang dapat memicu kulit kering serta menggunakan pelembab secara teratur akan mampu melembabkan kulit lebih lama. Anda sendiri, bagaimana rutinitas Anda mengatasi kulit kering? Produk apa yang biasa Anda gunakan?

 


4 Comments

ERNA R · 05/11/2018 at 5:00 pm

Usia aku belum 40 tahun, tapi rasanya sudah mulai kering aja gitu. Apa bisa kita ikuti cara di sini?

    verraokta · 08/11/2018 at 12:01 pm

    Halo erna, cara ini tidak harus menunggu usia 40 tahun. Semakin dini kita merawat kelembaban kulit semakin baik.

deni oktaviano · 23/01/2019 at 2:12 pm

makasih admin artikelnya sangat memabntu

Leave a Reply

error: Content is protected !!