Pesatnya perkembangan produk kosmetik dan tingginya kebutuhan akan kecantikan dan perawatan kulit, seiring juga dengan pertumbuhan pasar personal care untuk pria. Dulu pria hanya memakai shampoo, deodorant, dan shaving sebagai kebutuhan rutin. Dalam dekade terakhir ini, pria mulai memperhatikan penampilan secara menyeluruh, terutama perawatan kulit. Fenomena ini dapat dilihat dari data market secara global dan meningkatnya jumlah customer pria yang datang ke klinik kecantikan. Brand lokal memiliki peluang besar untuk masuk kancah skincare pria di tanah air.

Allied Market Research menyebutkan secara global pasar personal care untuk pria pada tahun 2022 diperkirakan akan mencapai $166 Milyar dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 5,4 %. Segment personal care ini terdiri dari hair care, shaving, oral care, personal cleanliness, skincare dan segment lain-lain. Satu segmen yang memimpin market ini adalah skincare. Mayoritas produk yang digunakan adalah pelembab (krim anti aging, anti acne), sunscreen, dan cleanser. Di Indonesia sendiri, menurut Euromonitor, facial wash dan pelembab adalah produk yang paling dominan.

Dengan makin gencarnya aktivitas pemasaran dan penjualan melalui internet, pasar personal care akan terus meningkat. Bahkan beberapa brand besar mulai membuat bundling dengan potongan diskon sehingga lebih menarik bagi konsumen dibandingkan dengan membeli produk satuan.

Makin banyaknya pria yang memperhatikan perawatan kulit juga terlihat dari meningkatkan jumlah customer pria di salah satu klinik terbesar di Indonesia, Erha Clinic. Dikutip dari beritasatu.com, Noviana Supit selaku Managing Director Erha Clinic mengatakan bahwa kira-kira 5-6 tahun terakhir 20 persen pelanggan Erha Clinic adalah pria.

Apa saja peluang skincare untuk pria ?

  • Produk skincare yang berkaitan dengan shaving, misalnya shaving soap, shaving cream, after shave lotions. Namun saat ini trend yang masih berlangsung adalah penampilan wajah dengan dengan kumis dan brewok. Tampaknya produk kategori facial hair lebih pas untuk saat ini.
  • Pelembab, krim wajah, hand and body lotion, facial cleanser, scrub, dan lip balm
  • Masker. Tak hanya booming di segmen wanita, masker juga sudah mulai trend dan menjadi salah satu produk yang digunakan rutin oleh 52 % pria usia 18 – 34 tahun di Amerika. Hal ini tak lepas dari pengaruh trend skincare di Korea Selatan yang mendunia. Negara ini memiliki berbagai inovasi produk masker yang sulit untuk ditolak.

Masalah kulit apa saja yang biasa dihadapi oleh pria?

  • Jerawat
  • Kulit berminyak
  • Pori-pori lebar
  • Kulit kering
  • Kulit kusam
  • Kerut, tanda-tanda penuaan kulit

Apa tantangan membuat produk skincare untuk pria?

Pria memiliki masalah kulit yang terkadang mereka sendiri menganggap bahwa itu bukan masalah. Maka tak heran jika kita banyak menemui pria yang merasa tidak membutuhkan skincare. Selain itu dengan adanya budaya patriarki, menggunakan skincare terasa berlawanan dengan maskulinitas. Jikapun ada kebutuhan terhadap skincare, pria merasa tidak leluasa menggunakannya.

Walau demikian, pertumbuhan pasar skincare untuk pria masih akan terus meningkat. Mengapa?

1.Perubahan cara pandang terhadap perawatan kulit.

Generasi milenial berperan dalam perubahan pandangan ini. Mereka lebih terbuka, lebih dinamis dan tidak terkekang dengan stereotype. Jika dulu sang ayah mengajarkan anak laki-laki cara bercukur, sekarang milenial dapat berbagi pengalaman kepada orang tuanya bagaimana mengatasi kulit kering. Generasi baby boomers mulai tertarik dengan skincare untuk mengurangi kerutan.

2. Dulu keputusan membeli skincare adalah wanita atau pasangan, kini makin banyak pria yang membeli produk skincare yang sesuai untuk dirinya sendiri

3. Masifnya iklan brand-brand skincare besar melalui iklan TV, billboard, event, dan digital media membuat para pria makin teredukasi pentingnya menggunakan skincare. Sehingga makin banyak pria sadar tentang perawatan kulitnya dan menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup

4. Produk skincare untuk pria makin memiliki ruang di toko retail seperti Watson, Century, Guardian, dan brand retailer terkemuka di Indonesia.

5. Media sosial. Walapun selfie tidak sesering wanita, pria juga makin nyaman dengan tampilan kulit yang ‘glowing’ yang dibagikan di media sosialnya.

6. Era digital saat ini memudahkan berbelanja via online tanpa terlihat begitu mencolok jika dibandingkan belanja di toko atau supermarket. Pria lebih nyaman dan leluasa berbelanja produk skincare di website dibandingkan harus berbicara langsung.

skincare untuk pria

Potensi skincare untuk pria sangat besar, namun membuat produk skincare untuk pria memerlukan riset untuk memahami kebutuhan spesifik dan aspirasi mereka. Memang tidak mudah, karena mindset bahwa perawatan kulit adalah ranah perempuan masih melekat.  Sehingga mengenalkan produk skincare untuk pria memerlukan kiat dan strategi khusus.

Potensi ini sayang jika dilewatkan begitu saja oleh  beauty entrepreneur di tanah air. Negara lain memandang Indonesia sebagai target utama produk skincare untuk pria, terlihat dari begitu banyaknya produk dari Korea, Jepang, Amerika dan Eropa yang meluncurkan produknya di Indonesia. Anda berminat membuat brand men’s skincare Anda sendiri?

error: Content is protected !!