Hidup dengan paparan sinar matahari yang sangat terik seperti di Indonesia ini, kulit memerlukan perlindungan  dengan sunblock atau sunscreen.  Ada dua tipe sinar ultraviolet matahari yang sehari-hari mengenai kita yaitu UVA dan UVB. Paparan sinar UVB akan menyebabkan kulit terbakar sedangkan UVA penetrasi lebih ke dalam menyebabkan kerut dan kekenyalan kulit menurun. Karena itu sunscreen wajib digunakan untuk melindungi dampak buruk sinar UV matahari tersebut.

Picture: CR-Health

SPF atau Sun Protection Factor adalah perbandingan relatif banyaknya paparan UV matahari hingga kulit memerah pada kulit yang terlindungi dengan sunscreen versus kulit tanpa perlindungan sunscreen.  Mengapa Relatif? Karena beda warna kulit, beda pula penyerapan energi sinar mataharinya.  Kulit terang akan lebih banyak menyerap energi sinar matahari dibandingkan dengan kulit gelap.

 

Menurut FDA, ada kesalahpahaman yang populer di masyarakat di mana SPF yang dianggap sebagai ukuran waktu, seberapa lama  sunscreen tersebut melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Misalnya, jika seseorang kulitnya terbakar dalam waktu 30 menit tanpa sunscreen, maka jika menggunakan sunscreen SPF 15 akan dapat melindunginya hingga 450 menit (30 menit  x 15). Padahal SPF bukan berkaitan dengan waktu paparan sinar matahari namun jumlah energi paparan sinar matahari.

 

Sebagai gambaran, jumlah energi paparan sinar matahari selama 1 jam pada pukul 09.00 sama dengan 15 menit paparan sinar matahari pada jam 13.00. Karena pada siang hari sinar matahari lebih intens dibandingkan dengan pagi dan sore hari.

 

Namun demikian, secara umum SPF memberikan informasi tingkat perlindungan sunscreen terhadap kulit. SPF lebih tinggi, akan memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap paparan sinar matahari.

 

SPF berapa yang terbaik untuk kulit?

Yayasan Kanker Kulit merekomendasikan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih. SPF 15 melindungi kulit dengan menahan 93 % sinar UV ( artinya 7% nya lolos dan menembus kulit), SPF 30 menahan 97 % sinar UV ( artinya 3% nya menembus kulit) serta SPF 50 menahan 98% sinar UV (artinya 2 % nya menembus kulit). Dengan demikian jika dilihat angka tersebut, SPF 30 memberikan perlindungan 50% lebih baik dibandingkan dengan SPF 15. Lalu bagaimana dengan SPF lebih dari 50? Menurut ahli,  SPF lebih tinggi dari 50 tidak berpengaruh nyata bagi kulit. Pemilihan SPF, tergantung dari di mana Anda berada, in door atau out door. Jika lebih banyak di out door, gunakan sunscreen dengan SPF lebih kuat misalnya SPF 50.

Siapa sajakah yang harus menggunakan sunscreen?

Menggunakan sunscreen bukan hanya keharusan bagi orang yang bekerja di luar ruangan, namun Anda yang bekerja di dalam ruanganpun memerlukan sunscreen karena paparan sinar UV dapat memembus kaca jendela. Dampak sinar matahari tidak hanya karena paparan langsungnya namun juga dari pantulannya. 

 

Bagaimana cara memilih Sunscreen?

Sunscreen yang baik adalah yang mampu melindungi kulit dari sinar UV A dan UVB. Amati petunjuk pada produk, PA+,PA++, PA+++ menunjukkan perlindungan dari UVA sedangkan SPF adalah perlindungan dari UVB. Pilih sunscreen dengan sifat water resistant agar tidak mudah hilang ketika berkeringat.

 

Bagaimana cara menggunakan sunscreen?

Oleskan 30 menit sebelum keluar rumah agar meresap ke dalam kulit dan dapat bekerja secara optimal. Aplikasikan pada wajah dan seluruh tubuh. Oleskan kembali setiap 2 jam.

 

Bagaimana cara penyimpanan sunscreen yang baik?

Jauhkan produk sunscreen Anda dari sinar matahari langsung agar produk selalu dalam kondisi yang baik dan efektifitasnya tetap terjaga.

 

Apakah sunscreen boleh digunakan untuk bayi?

Menurut FDA, sunscreen tidak direkomendasikan untuk bayi. Karena kulit bayi memiliki resiko side effect sunscreen lebih besar dibandingkan orang dewasa. Penggunaan sunscreen untuk anak-anak, konsultasikan dengan dokter kulit Anda.


Leave a Reply

error: Content is protected !!